Selasa, 08 Februari 2022

NEKA RABO

 

Bahasa manggarai adalah salah satu Bahasa daerah dari sekian bahasa daerah di Indonesia. Bahasa Manggarai digunakan oleh penutur asli orang manggarai dalam berkomunikasi sesuai konteks mulai dari konteks adat istiadat atau budaya sampai konteks religius atau spiritual.

Salah satu kata atau frase yang menjadi episentrum kekastaan bahasa Manggarai adalah kata Neka Rabo. Kata neka rabo mengandung multi makna. Makna yang sering muncul mengenai pemakaian kata neka rabo kurang lebih sebagai berikut :

a. Neka rabo bermakna permohonan maaf dalam situasi awal dan akhir suatu perjumpaan baik secara perorangan maupun secara kelompok.

b. Neka rebo bermakna kerendahan hati sebagai eufemisme dan majas litotes dalam konteks menjamu tamu dengan hidangan yang begitu lengkapnya tetapi tetap menggunakan kata neka rabo tidak ada apa-apa sebagai bukti rasa hormat terhadap tamu yang dilayani dengan baik.

c. Neka rabo bermakna memohon kemurahan hati, kelunakan pendirian dan merestui keinginan pembicara oleh lawan bicaranya baik secara perorangan maupun secara kelompok.

Hanya tiga hal diatas yang bisa penutur uraikan mengenai makna kata neka rabo dan seribu satu makna lainnya, akan meluncur dari penutur lain orang manggarai dalam berbagai konteks komunikasi dengan menggunakan bahasa Manggarai.

Dalam tulisan ini penulis menulis beberapa frase yang dimulai dengan kata neka.

Contoh :

- Neka ngonde holes, neka mejeng hese.

(Jangan malas, harus cekatan,dan gesit dalam menyelesaikan sesuatu).

- neka picik rici, neka titok riwok.

 (Jangan melakukan hal-hal kecil yang tidak bermakna dan tidak bermanfaat)

-neka keti le weki, ome puli keli le beci, neka caca le raja ome puli kalas le mbaga

(Jangan ingkar janji atau harus pegang teguh kesepakatan yang sudah di putuskan)

Frase neka dalam bahasa manggarai sangat banyak dan penulis yakin penutur bahasa manggarai tahu apa artinya dan bisa diterjemahkan sendiri dalam bahasa indonesia.

Beberapa kata atau frase neka yang lain dapat dibaca berikut dan walaupun tidak diuraikan secara alfabetis:

1. Neka Rabo

2.Neka Ngonde Holes

3. Neka mejeng hese

4 . Neka hundas duat

5. Neka beheng wee

6. Neka kepok rehong

7.neka benta reha

8. Neka sihing titi

9. Neka mo damang rodong

10. Neka tuak damang ruak

11. Neka rengus ranga

12.Neka repa mata

13. Neka tepo lepo

14. Neka roe laing ngoel

15. Neka ala laing wara

16. Neka ala laing labar

17. Neka lelak dewa

18. Neka lelo ndelok

19. Neka babang sala

20. Neka toko mata

21. Neka toko pucu

22. Neka turas tuda

23. Neka tombos cokol

24. Neka lopat mata

25. Neka cude Wai

26. Neka gaku ngo data

27. Neka data ngo gaku

28. Neka laling Wai

29. Neka hesot ceko

30. Neka rena le bena

31. Neka rengut le megut

32. Neka taing labi

33. Neka io pinto

34. Neka kuak rantang ruak

35. Neka gelang rantang perenta

36. Neka lebi bail

37. Neka gancu kaut

38. Neka toko temo

39. Neka picik rici

40. Neka titok riwok

41. Neka kandit nai

42. Neka kandit kope

43. Neka dungka gula

44. Neka paeng mane

45. Neka toko cobeng

46. Neka melis nai

47. Neka bowo laing

48. Neka milos ranga

49. Neka tawa taa

50. Neka curung jaong

51.Neka cercamba

52. Neka bati butel

53. Neka ceke cemos

54. Neka sipo sapok

55. Neka olo laing

56. Neka magi megot

57. Neka wadi wuder

58. Neka lope lapet

59. Neka singi sangak

60. Neka ndi-ndoes

61. Neka rungku ba

62. Neka cepa radak

63. Neka hemong beo

64. Neka lumbas mata

65. Neka le- lau

66. Neka sihing

67. Neka cuba

68. Neka taing labi

69. Neka babang ranga

70. Neka babang laing

71. Neka taing tuni

72. Neka mbelos lewo

73. Neka cihi ri'i

74. Neka wewong

75. Neka jopak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar