Selasa, 21 Januari 2025

PANTUN DAN SYAIR BAHASA MANGGARAI

 (Oleh: Hendrikus Haluan, S.Pd)

Bahasa daerah Manggarai-Flores NTT, kaya akan imajinasi dan khayalan yang dapat mengeksplorasi cita rasa estetika dan etika. Hal itu dapat kita temukan dalam bentuk idiom atau ungkapan, pepatah atau peribahasa dan dalam bentuk pantun, puisi, ataupun novel.

Berikut ini penulis menyuguhkan beberapa pantun dalam bahasa Manggarai versi Manggarai Barat-Flores-NTT. Membaca atau mendengar beberapa sajian pantun berikut ini merangsang imajiner pembaca atau pendengar ke samudera lautan kehendak yang tak menepi dan menembus alam hayal yang menggairahkan. Bagaimana tidak demikian karena pilihan kata atau diksi syarat dengan majas dan simbol-simbol spektakuler seperti satu baris pantun yang berjudul Wina Lili dengan satu larik berbunyi: cepa dongkar one loang yang kalau terjemahan bebasnya kurang lebih seperti : Letakan tongkat dalam kamar di atas ranjang dan siap untuk digunakan. Tongkat apakah itu? Silakan terjun di samudera khayalan masing-masing.

Berikut beberapa pantun dalam bahasa manggarai:

1. Denger Banta Kawak

Pua denger banta kawak

Ute gula mo duat

Ata tua neka ruak

Laing bantang tau wuat

2. Bantang Cama

Pua wua lekeng puar

Becur bara lawa amba

Toe duha tau muar

Lorong bantang tau cama

3. Lunteng Sambi

Diki api lunteng sambi

Teneng hang lawa randang

Cai ata imbi gami

Petu dia cama bantang

4. Senget Werong

Neka cuba runcung usang

Semada tua beti tuka

Neka hesot senget werong

Rantang tu’a toe uwa.

5. Kulas Kuak

Bete kaba mo wa amba

Roga lambar kaba data

Bom banan jaong data

Kulas kuak data sua

6. Kawe Hae

Bike wangka empo danong

Tulak la’as wa salang

Rindo kembung tulur puung

Kawe hae tadang hanang.

7. Jarang Lapak Sela

Jarang kaba tau paca

Tuak uwang tau tulak nunga

Wai anak tiba kaba

Liti jarang lapak sela.

8. Sekang Banggang

Sekang banggang, ata bora

Galung taung lengkong hitu lau

Bangkong danong bora koa

Pitu juta salang telu

9. Deko Jebong

Sekang weri pinding ri'i

Mo elor deko Jebong

Sihing toe manga ici

Mo remong senget werong

10. Teba lime, teba wai (Teba Taung)

Salen teba lime

Toe manga pasar ide itu baer ata dite

Salen teba Wai

Toe manga babang laing

Itu baer hae dari

11. Mori Rinding Toni

Neka paki le buru walis

Nekat pala le buru warat

Neka tamang le lasa daat

Baengk mori ga, mori baengk mori ga

Sembengk mori ga, mori sembengk mori ga

Mori de ae ite mori Rinding

Rinding Toni mori ga

12. Calak mose corang oke

Endong kodong de

Endong kodong de

Eeeee. . . . E..... A.... Io..... Rame

E..... Calak mose corang Oke

E.... Calak todo corang coco

E..... Turan e...endonga.

13. Wina Lili

Cui nduit cela lemba

Tongkeng paker labang abang

Wina lili mata rona

Cepa dongkar one loang

14. Rewung Menggu

Rewung menggu, leso kolang

One waes laur, one leso silir

Ngguling musi tuni, nggolong musi gong

Asi beti sai, wear beti leas mai ces agu cias

Wa tana da’at eta sekang dewa

15. Rebam Nana E, Molasm Inu E

E…..bo kali rebamo….aengo………

Co….kena toe belarmo…...nana rebama

Landing toe lumung…rebamo nana ge….

E….rebam nana e…a….e…bom yoker kali ngoengma….

E….rebam nana e..a…e…bom klangking kali ndaima….baes ta…nana rebama

Landing toe lamung rebamo….nana ge.

E…bo kali molas mo…aeng oo…..

Co….loce celong mole go…..inu molas ma landing toe lumung molas mo…weta ge.

E….molasm inu e…aaa e… bom dangsa kali nanangma….

E….molasm inu e….aaa e…bom joget kali ngoengma

E….baesta enu molasma landing toe lumung molasmo weta ge…..

Rabu, 01 Januari 2025

JAONG DANONG EMPO WALOK TIPA INDANG SIWO DIAR. KATA-KATA MUTIARA BAHASA MANGGARAI BARAT TEMPO DOELOE

 

(Oleh: Hendrikus Haluan, S.Pd )

Waktu berjalan terus sehingga yang paling lama berlalu disebut sebelum masehi sedangkan yang akan datang apakah sampai kiamat. Penulis adalah termasuk pemerhati bahasa daerah yaitu bahasa daerah penulis sendiri yakni bahasa daerah Manggarai-Flores-NTT.

Hasil pengamatan penulis mengenai bahasa daerah Manggarai mengalami fenomena yang terancam punah karena penutur bahasa daerah Manggarai itu sudah tidak begitu kenal bahasa-bahasa kias, yang mengandung filosofi kehidupan yang bermakna tinggi sebagai warisan moyang yang merupakan warisan non benda seperti istilah-istilah orang tua dulu yang syarat dengan pesan atau amanat dalam hidup ini.

Kekhawatiran akan ancaman kepunahan itu maka penulis menyimpan sebagian kecil dari istilah-istilah bijak itu dalam tulisan ini sebagai rekomendasi kepada generasi muda untuk tetap mencintai bahasa daerah. Jika anda mengapresiasi bahasa daerahmu, maka anda termasuk orang yang menghargai budaya luhur nenek moyang.

Berikut ini penulis memaparkan sebagian kecil dari kata-kata mutiara yang penulis sebut sebagai kalimat bijaksana dalam bahasa manggarai langsung dengan kalimat terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

1. Deta nggera, lai pa’it artinya haruslah berjuang dan berkorban untuk meraih kesuksesan.

2. Lui tuni dempus wuku artinya harus kerja keras.

3. Kantis ati, rancang rak artintya harus didorong oleh suatu motivasi yang kuat sebagai rangsangan untuk melakukan sesuatu yang sulit untuk dikerjakan.

4. Neka kus serumbu merik weki artinya jangan berkecil hati atau minder apalagi rendah diri

5. Radaker data langkaser dite artinya cita-cita harus lebih tinggi dari yang lain asal jangan sombong.

6. Neka picik rici titok riwok artinya jangan mau yang sisa atau yang kecil-kecil yang tak berguna.

7. Langkas haeng tala uwa haeng wulang artinya gantungkan cita-citamu sampai ke bintang atau ke bulan.

8. Beci mongko laing mo beci kope laing kole artinya kita pergi sekolah untuk ditempa dan mendapat ilmu.

9. Naa kole amen kaba rae naa kole empon kaba lenggor artinya seperti apa bapanya, maka seperti itu pula anak dan cucunya.

10. Doal cokang todo longko artinya yang tua tumbang yang muda tunas

11. Lema botot betong artinya pandai berbicara dan menang berdebat

12. Neka lumbas mata, neka mejeng hese artinya jangan loyo, tetapi harus cekatan dan lincah

13. Neka caka le rantang dii le sihing artinya jangan takut dan jangan ragu atau bimbang

14. Maram bakok toko, neka bakok mata artinya lebih baik putih tulang daripada putih mata

15. Kope wajak, kurung wari artinya orang yang pamornya kuat dan berkarisma

16. Riang tana tiwa, lami tana taki artinya jaga tanah pusaka moyang

17. Riang tana tiba, lami tana tai artinya jaga tanah warisan

18. Toe laling wai toe hesot ceko artinya berpendirian kuat tidak bisa dipengaruhi oleh siapa dan oleh apapun

19. Haeng tae, repeng pede artinya dapat amanat atau wasiat

20. Toe dung one gurung , teka one belang artinya dari turunan yang jelas asal usulnya.

21. Pateng lembur pene wa wae toe laes, pari eta bobong toe bowok artinya prinsip kebenaran yang tak lapuk oleh air dan tak lekang oleh panas.

22. Sai welu lalok jaong toe paka lako, linga roto niang artinya otak kosong, omong kosong, pendapatan kosong.

23. Bokok neho nol-ciki neho ri’i artinya tumbuh sehat dan berkembang biak

24. Wua wene lebo kala artinya berbuah dan bertunas dengan baik

25. Tehok ruha rana aok ca kampong artinya baru mulai suatu usaha, tapi sudah tersiar dimana-mana

26. Nu joeng tuka koe, nu tendeng tuka mese artinya rasa syukur dan gembira yang luar biasa.

27. Nai ngalis, tuka ngengga artinya harus hati lapang dan bijaksana

28. Petu tolang, wa lemang artinya membawa misi khusus untuk suatu tujuan tapi jangan lupa pesan dari yang mengutus.

29. Duha le wuat, cama le bantang artinya direstui karena sudah musyawarah dan sepakat.

30. Waheng tau nae, kakal tau langkas artinya dibina supaya lebih dewasa dan lebih bijaksana

31. Puli putus le raja wunut, puli bete le raja bele artinya apa yang sudah diputuskan tidak bisa diingkari lagi (pegang amanah).

32. Ndewut dencang, mbalang salang artinya sering dan sudah biasa dilakukan sehingga tidak perlu lagi bertanya kepada siapapun.

33. Bo jaong haen pake, toe nuk run rukus artinya selalu mengatakan kekurangan orang lain, sesungguhnya diri sendiri jauh lebih kurang dari orang yang dikatakan itu.

34. Maram waen tau hae, maram rukus tau ru artinya selalu mementingkan diri sendiri atau selalu menguntungkan diri sendiri

35. Tua tuka tuna artinya tidak mau berbagi dengan yang lain

36. Dia pande dia ita, daat pande daat ita artinya apa yang ditabur itu yang dituai

37. Waer jarang lusi artinya anak dari orang pandai bijaksana

38. Gancu mu’u artinya kelolosan bicara tidak hati-hati

39. Bike rewut artinya hancur lebur berkeping-keping

40. Hung toe tana, denger toe banta artinya tidak bersyukur bahwa ia dari turunan orang baik-baik.

41. Porong neka jojar nawa, neka mbarang wakar artinya jangan berkelana jiwanya dan meraung-raung kalbunya (harus ada yang mengayomi)

42.  Dia cica agu angkos jaong artinya tau sopan santun saat menyampaikan pendapat dimuka umum

43. Lau-lau hang wua sa’u, lele hang tana dereng artinya sumpah serapah untuk mendatangkan kutukan bagi seseorang yang serakah

44. Long latung coko, woja wole artinya migrasi untuk merubah nasib

45. Api toe caing wae toe haeng artinya sudah tidak berdaya hanya tidur menanti ajal

46. Ceru mawo pari behe latung pene artinya ingin punya anak mantu wanita untuk membantu pekerjaan dirumah, seperti menumbuk padi dan jagung

47. Olo tokong banta bowok artinya bersemedi untuk memohon petunjuk

48. Duat le gula wee le mane artinya pergi jangan lupa pulang atau pergi pagi pulang sore

49. Ek baling lele, ak baling recap artinya berharap kehadiran momongan dalam keluarga

50. Uwa tana rencut awang artinya tidak berdaya karena dihimpit oleh kasus

51. Pai’it laing tai, minak laing tiba artinya susah sekali memberi, enak waktu menerima

52. Rungkangn ome nu ruha, wulun ome nu manuk yang berarti syukurnya yang penting bukan menu apa yang dihidangkan saat suatu acara

53. Kope harat baling artinya mengambil keuntungan dari dua belah pihak yang sedang bersengketa

54. Kope toe hang ta’i artinya sudah tidak punya pamor lagi

55. Kope ta’i pa artinya jarang dipakai atau digunakan

56. Kope botot lali artinya sudah sangat terlatih dan cerdas

57. Kope ndegal artinya sudah tua renta dan sudah tidak berpengaruh lagi.

58. Runing kaka muit oke musi, runing kaka polo oke olo artinya tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.

59. Rewung menggu, leso kolang artinya mengalami berbagai cobaan.

60. Padir wa’i rintuk sa’i artinya berkumpul dan bersatu.

61. Ca laing serumbu, sua laing ninu artinya hidup sebatang kara.

62. Mu’u tungku letang lemba artinya juru bicara atau perantara.

63. Kode hae ndole, motang hae ota artinya terasing dari keramaian.

64. Wuwung cembet, wai wara artinya masih anak-anak belum dewasa

65. Pola neka gomal, kapu neka pau artinya pegang baik-baik amanat yang sangat berharga dari orang tua atau keluarga.

66. Tapa na banta baca artinya sulit menjadi

67. Toe mek bike leke cebong artinya belum dewasa

68. Bike leke cebong’n ga artinya sudah dewasa

69. Rantang besung laing artinya takut kualat

70. Bike wangka ise empo danong artinya pada dua daerah yang berbeda mempunyai kesamaan budaya

71. Tempak toe retang, ki’i toe ringis artinya tahan banting

72. Ligeng kabo artinya istri dua (poligami)

73. Neka hemongs ceki artinya jangan lupa tradisi keluhuran moyang

74. Kewit tau nek artinya undangan untuk memenuhi syarat sebenarnya tidak diharapkan kehadirannya.

75. Neka cuba laing rungangna artinya jangan nekat saat situasi gawat

76. Laing lu’u one mata, irus one isung artinya dalam situasi duka

77. Lontong butek artinya tidak pergi ke kebun karena ada yang meninggal di kampung

78. Pota randang artinya nonton keramaian

79. Toe binto bilor, toe tinang imar artinya habis tidak ada yang tersisa

80. Cekeng-kelang artinya tanam saat musimnya pasti jadi

81. Cuba agu cebu artinya nekat tanpa mempertimbangkan resikonya

82. Hang cama nakeng panggang cuki cama deko lewe artinya harmonis, sama-sama senang , sama-sama susah

83. Buncu ngampang cama-cama, buncu ngali cama laing artinya sama-sama tanggung resiko.


PUISI:

 

WATU NGGOANG

 

Cake toe ngance

Dur toe nggusur

Soet toe nggolet

Tapa toe gak

Oh Watu Nggoang

Watu empo moyangku



(Gambar 1. Foto Keluarga Bapak Hendrikus Haluan di Batu Nggoang)