Rabu, 01 Januari 2025

JAONG DANONG EMPO WALOK TIPA INDANG SIWO DIAR. KATA-KATA MUTIARA BAHASA MANGGARAI BARAT TEMPO DOELOE

 

(Oleh: Hendrikus Haluan, S.Pd )

Waktu berjalan terus sehingga yang paling lama berlalu disebut sebelum masehi sedangkan yang akan datang apakah sampai kiamat. Penulis adalah termasuk pemerhati bahasa daerah yaitu bahasa daerah penulis sendiri yakni bahasa daerah Manggarai-Flores-NTT.

Hasil pengamatan penulis mengenai bahasa daerah Manggarai mengalami fenomena yang terancam punah karena penutur bahasa daerah Manggarai itu sudah tidak begitu kenal bahasa-bahasa kias, yang mengandung filosofi kehidupan yang bermakna tinggi sebagai warisan moyang yang merupakan warisan non benda seperti istilah-istilah orang tua dulu yang syarat dengan pesan atau amanat dalam hidup ini.

Kekhawatiran akan ancaman kepunahan itu maka penulis menyimpan sebagian kecil dari istilah-istilah bijak itu dalam tulisan ini sebagai rekomendasi kepada generasi muda untuk tetap mencintai bahasa daerah. Jika anda mengapresiasi bahasa daerahmu, maka anda termasuk orang yang menghargai budaya luhur nenek moyang.

Berikut ini penulis memaparkan sebagian kecil dari kata-kata mutiara yang penulis sebut sebagai kalimat bijaksana dalam bahasa manggarai langsung dengan kalimat terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

1. Deta nggera, lai pa’it artinya haruslah berjuang dan berkorban untuk meraih kesuksesan.

2. Lui tuni dempus wuku artinya harus kerja keras.

3. Kantis ati, rancang rak artintya harus didorong oleh suatu motivasi yang kuat sebagai rangsangan untuk melakukan sesuatu yang sulit untuk dikerjakan.

4. Neka kus serumbu merik weki artinya jangan berkecil hati atau minder apalagi rendah diri

5. Radaker data langkaser dite artinya cita-cita harus lebih tinggi dari yang lain asal jangan sombong.

6. Neka picik rici titok riwok artinya jangan mau yang sisa atau yang kecil-kecil yang tak berguna.

7. Langkas haeng tala uwa haeng wulang artinya gantungkan cita-citamu sampai ke bintang atau ke bulan.

8. Beci mongko laing mo beci kope laing kole artinya kita pergi sekolah untuk ditempa dan mendapat ilmu.

9. Naa kole amen kaba rae naa kole empon kaba lenggor artinya seperti apa bapanya, maka seperti itu pula anak dan cucunya.

10. Doal cokang todo longko artinya yang tua tumbang yang muda tunas

11. Lema botot betong artinya pandai berbicara dan menang berdebat

12. Neka lumbas mata, neka mejeng hese artinya jangan loyo, tetapi harus cekatan dan lincah

13. Neka caka le rantang dii le sihing artinya jangan takut dan jangan ragu atau bimbang

14. Maram bakok toko, neka bakok mata artinya lebih baik putih tulang daripada putih mata

15. Kope wajak, kurung wari artinya orang yang pamornya kuat dan berkarisma

16. Riang tana tiwa, lami tana taki artinya jaga tanah pusaka moyang

17. Riang tana tiba, lami tana tai artinya jaga tanah warisan

18. Toe laling wai toe hesot ceko artinya berpendirian kuat tidak bisa dipengaruhi oleh siapa dan oleh apapun

19. Haeng tae, repeng pede artinya dapat amanat atau wasiat

20. Toe dung one gurung , teka one belang artinya dari turunan yang jelas asal usulnya.

21. Pateng lembur pene wa wae toe laes, pari eta bobong toe bowok artinya prinsip kebenaran yang tak lapuk oleh air dan tak lekang oleh panas.

22. Sai welu lalok jaong toe paka lako, linga roto niang artinya otak kosong, omong kosong, pendapatan kosong.

23. Bokok neho nol-ciki neho ri’i artinya tumbuh sehat dan berkembang biak

24. Wua wene lebo kala artinya berbuah dan bertunas dengan baik

25. Tehok ruha rana aok ca kampong artinya baru mulai suatu usaha, tapi sudah tersiar dimana-mana

26. Nu joeng tuka koe, nu tendeng tuka mese artinya rasa syukur dan gembira yang luar biasa.

27. Nai ngalis, tuka ngengga artinya harus hati lapang dan bijaksana

28. Petu tolang, wa lemang artinya membawa misi khusus untuk suatu tujuan tapi jangan lupa pesan dari yang mengutus.

29. Duha le wuat, cama le bantang artinya direstui karena sudah musyawarah dan sepakat.

30. Waheng tau nae, kakal tau langkas artinya dibina supaya lebih dewasa dan lebih bijaksana

31. Puli putus le raja wunut, puli bete le raja bele artinya apa yang sudah diputuskan tidak bisa diingkari lagi (pegang amanah).

32. Ndewut dencang, mbalang salang artinya sering dan sudah biasa dilakukan sehingga tidak perlu lagi bertanya kepada siapapun.

33. Bo jaong haen pake, toe nuk run rukus artinya selalu mengatakan kekurangan orang lain, sesungguhnya diri sendiri jauh lebih kurang dari orang yang dikatakan itu.

34. Maram waen tau hae, maram rukus tau ru artinya selalu mementingkan diri sendiri atau selalu menguntungkan diri sendiri

35. Tua tuka tuna artinya tidak mau berbagi dengan yang lain

36. Dia pande dia ita, daat pande daat ita artinya apa yang ditabur itu yang dituai

37. Waer jarang lusi artinya anak dari orang pandai bijaksana

38. Gancu mu’u artinya kelolosan bicara tidak hati-hati

39. Bike rewut artinya hancur lebur berkeping-keping

40. Hung toe tana, denger toe banta artinya tidak bersyukur bahwa ia dari turunan orang baik-baik.

41. Porong neka jojar nawa, neka mbarang wakar artinya jangan berkelana jiwanya dan meraung-raung kalbunya (harus ada yang mengayomi)

42.  Dia cica agu angkos jaong artinya tau sopan santun saat menyampaikan pendapat dimuka umum

43. Lau-lau hang wua sa’u, lele hang tana dereng artinya sumpah serapah untuk mendatangkan kutukan bagi seseorang yang serakah

44. Long latung coko, woja wole artinya migrasi untuk merubah nasib

45. Api toe caing wae toe haeng artinya sudah tidak berdaya hanya tidur menanti ajal

46. Ceru mawo pari behe latung pene artinya ingin punya anak mantu wanita untuk membantu pekerjaan dirumah, seperti menumbuk padi dan jagung

47. Olo tokong banta bowok artinya bersemedi untuk memohon petunjuk

48. Duat le gula wee le mane artinya pergi jangan lupa pulang atau pergi pagi pulang sore

49. Ek baling lele, ak baling recap artinya berharap kehadiran momongan dalam keluarga

50. Uwa tana rencut awang artinya tidak berdaya karena dihimpit oleh kasus

51. Pai’it laing tai, minak laing tiba artinya susah sekali memberi, enak waktu menerima

52. Rungkangn ome nu ruha, wulun ome nu manuk yang berarti syukurnya yang penting bukan menu apa yang dihidangkan saat suatu acara

53. Kope harat baling artinya mengambil keuntungan dari dua belah pihak yang sedang bersengketa

54. Kope toe hang ta’i artinya sudah tidak punya pamor lagi

55. Kope ta’i pa artinya jarang dipakai atau digunakan

56. Kope botot lali artinya sudah sangat terlatih dan cerdas

57. Kope ndegal artinya sudah tua renta dan sudah tidak berpengaruh lagi.

58. Runing kaka muit oke musi, runing kaka polo oke olo artinya tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.

59. Rewung menggu, leso kolang artinya mengalami berbagai cobaan.

60. Padir wa’i rintuk sa’i artinya berkumpul dan bersatu.

61. Ca laing serumbu, sua laing ninu artinya hidup sebatang kara.

62. Mu’u tungku letang lemba artinya juru bicara atau perantara.

63. Kode hae ndole, motang hae ota artinya terasing dari keramaian.

64. Wuwung cembet, wai wara artinya masih anak-anak belum dewasa

65. Pola neka gomal, kapu neka pau artinya pegang baik-baik amanat yang sangat berharga dari orang tua atau keluarga.

66. Tapa na banta baca artinya sulit menjadi

67. Toe mek bike leke cebong artinya belum dewasa

68. Bike leke cebong’n ga artinya sudah dewasa

69. Rantang besung laing artinya takut kualat

70. Bike wangka ise empo danong artinya pada dua daerah yang berbeda mempunyai kesamaan budaya

71. Tempak toe retang, ki’i toe ringis artinya tahan banting

72. Ligeng kabo artinya istri dua (poligami)

73. Neka hemongs ceki artinya jangan lupa tradisi keluhuran moyang

74. Kewit tau nek artinya undangan untuk memenuhi syarat sebenarnya tidak diharapkan kehadirannya.

75. Neka cuba laing rungangna artinya jangan nekat saat situasi gawat

76. Laing lu’u one mata, irus one isung artinya dalam situasi duka

77. Lontong butek artinya tidak pergi ke kebun karena ada yang meninggal di kampung

78. Pota randang artinya nonton keramaian

79. Toe binto bilor, toe tinang imar artinya habis tidak ada yang tersisa

80. Cekeng-kelang artinya tanam saat musimnya pasti jadi

81. Cuba agu cebu artinya nekat tanpa mempertimbangkan resikonya

82. Hang cama nakeng panggang cuki cama deko lewe artinya harmonis, sama-sama senang , sama-sama susah

83. Buncu ngampang cama-cama, buncu ngali cama laing artinya sama-sama tanggung resiko.


PUISI:

 

WATU NGGOANG

 

Cake toe ngance

Dur toe nggusur

Soet toe nggolet

Tapa toe gak

Oh Watu Nggoang

Watu empo moyangku



(Gambar 1. Foto Keluarga Bapak Hendrikus Haluan di Batu Nggoang)






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar